Buka Rembug DesaTahun 2018, Irjen Kemendesa Ingatkan Program Pembangunan Desa Tidak Tumpang Tindih


  Senin, 22 Januari 2018 Berita Itjen

Rembug Desa Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 , di Gedung Ksiraarnawa, Taman Budaya , Denpasar, Minggu (21/1). Sambutan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dibacakan oleh Inspektur Jendral Kementrian Desa , PDT dan Transmigrasi Ir. H. Ansar Husein, M.Si menyampaikan bahwa pembangunan desa- desa di Indonesia berjalan dengan cepat dan masif dimana untuk dewasa ini laju penurunan kemiskinan di desa lebih cepat dari di kota, ratio gini perkotaan dan pedesaan pada Maret 2017 juga menunjukkan penurunan serta tingkat pengangguran terbuka  di desa juga menurun. Kedepannya dana desa diharapkan tidak hanya dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa, namun secara bekelanjutan dapat membantu mengurangi pengangguran dan urbanisasi serta menciptakan kesempatan kerja di desa.Mentri Desa, PDT dan Transmigrasi juga berharap  Kepala desa dan perangkatnya  dapat bekerja dengan baik dan berkonstribusi dalam menjaga pemanfaatan dana desa. Seluruh masyarakat desa diharapkan lebih bekerja keras dan terus berupaya mewujudkan kemandirian desa. Dalam pembukaan rembug desa yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Sugawa Kory, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pekraman, Perwakilan Bupati/ walikota se Bali, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, serta perbekel dan pendamping desa se- Bali ini, Gubernur Bali Made Mangku Pastika  dikukuhkan sebagai Bapak Desa oleh Forum Perbekel Provinsi Bali mewakili Perbekel se- Bali. Hal ini tidak terlepas dari komitmen kuat serta peran serta Gubernur Bali  dalam membangun desa di Provinsi Bali menuju Desa yang Maju, Aman, Damai dan sejahtera. Rembug desa yang dihadiri sekitar 1046 orang  juga diiisi dengan dialog tentang pemberdayaan Ekonomi Desa dan Kawasan Pedesaan dengan menghadirkan narasumber Direktur Jendral Pembangunan Kawasan Pedesaan Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi Prof. Ahmad Erani Yustika serta narasumber dari Bank BNI 46 Denpasar.