Rapat Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Tahun 2019


  Senin, 11 Februari 2019 Kegiatan Itjen

Sebagai penjabaran Rencana Kerja Anggaran Kementerian Desa, PDTT Tahun 2019, Inspektorat Jenderal selaku APIP yang responsif segera menindak lanjuti dengan menyusun Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Tahun 2019. Oleh karenanya, Inspektorat Jenderal Kementerian Desa, PDTT melaksanakan Rapat Penyusunan PKPT 2019 di Solo pada tanggal 30 Januari 2019 – 1 Februari 2019, sebagai upaya untuk mengawal dan mengendalikan program-program  yang telah disusun oleh seluruh UKE I dalam RKA 2019 agar mencapai sasaran dan tujuannya.

Dari beberapa evaluasi yang telah dilaksanakan baik secara internal maupun oleh  eksternal (KemenPAN dan RB, BPK, dan  BPKP) memberikan indikasi bahwa Program Kerja Pengawasan Itjen yang disusun belum menunjukan adanya hubungan dan keterkaitannya dengan sasaran strategis dan program prioritas Kementerian  serta indikator-indikator kinerja yang ditetapkan. Oleh karenanya dalam rangka menilai kinerja Inspektorat Jenderal secara obyektif, perlu disusun kembali  indikator-indikator  kinerja program Inspektorat Jenderal yang dapat secara terukur menilai kontribusi Itjen dalam pelaksanaan program Kementerian, hal ini juga perlu  didukung dengan penyusunan program kerja pengawasan yang akuntabel.

Hasil evaluasi internal PKPT dari Inspektorat I sampai dengan V tahun yang lalu menunjukan realisasi PKPT belum mencapai target yang optimal,  hal ini karena PKPT yang disusun belum mencerminkan kondisi riil yang terjadi di Inspektorat Jenderal  (SDM/ auditor, Waktu tersedia, belum adanya penyelarasan dengan kegiatan kesekretariatan yang melibatkan auditor). Terkait evaluasi PKPT, maka perlu adanya pelaporan realisasi PKPT secara berkala (Triwulanan) yang didukung dengan output  yang sudah di selesaikan, berupa fisik laporan yang sudah ditandatangani.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pengawasan, maka penerapan prosedur-prosedur audit agar betul-betul dipatuhi dan dilaksanakan, demikian pula prosedur reviu berjenjang agar dilakukan dengan baik. Peran Auditor Utama dalam pelaksanaan Quality Assurance (QA) kegiatan pengawasan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas hasil pengawasan. PKPT tidak hanya mengatur tentang kegiatan terkait audit, namun juga mengatur kegiatan konsultan (consulting), dan penjamin mutu (quality assurance)  yang dilaksanakan APIP, kegiatan tersebut berupa reviu, evaluasi dan monitoring

Keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh Itjen baik dari jumlah SDM, anggaran,  banyaknya obyek pengawasan serta luasnya lingkup dan lokasi obyek audit serta waktu yang tersedia merupakan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan penting dalam  penyusunan PKPT, sehingga keterbatasan tersebut bukan merupakan hambatan bagi Itjen melaksanakan tugas-tugasnya.

PKPT merupakan pedoman dan acuan bagi APIP yang harus dipedomani  dalam melaksanakan kegiatan pengawasan, meskipun demikian  PKPT bukan merupakan rencana yang kaku, namun masih dapat dilakukan perbaikan atau revisi apabila dalam perjalanannya terjadi perubahan  dalam kebijakan, maupun perubahan prioritas  yang penting. (EDIARTO-FAIS/ITJEN/2019)

---------

Follow Us On !

Twitter      : Itjen_Kemendes

Instagram : itjen_kemendes

Youtube     : Itjen Kemendes

Website     : itjen.kemendesa.go.id