Diklat Audit Intern Berbasis Risiko (AIBR) Inspektorat Jenderal


  Selasa, 30 April 2019 Kegiatan Itjen

Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menempatkan peran APIP sebagai quality asurance (menjamin) agar penyelenggaraan urusan Kementerian dilaksanakan secara tertib, efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mendorong terwujudnya pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa, bebas dari penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan serta praktik-praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sebagai wujud pelaksanaan penjaminan oleh APIP, maka dilakukan kegiatan pengawasan yang diantaranya adalah termasuk kegiatan audit.. SPIP mensyaratkan disusunnya Peta Rsiko serta Rencana Tindak Pengendalian pada setiap UKE I, dan dilakukan evaluasi pelaksanaannya secara berkala, APIP melakukan monitoring dan evaluasi  atas kegiatan tersebut.

Inspektorat Jenderal telah menyusun Program Kerja Pengawasan Tahun 2019.berbasis risiko.  Penyusunan program Kerja ini dilakukan berdasarkan Peta Risiko yang ada pada kegiatan di UKE I, dan pertimbangan manajemen yang  meliputi, besanya anggaran obyek yang akan diaudit, lokasi kegiatan, serta tinggi rendahnya kompleksitas kegiatan. Dalam rangka menindaklanjuti PKPT tersebut  maka  APIP perlu mempersiapkan diri untuk melakukan audit berbasis risiko. Oleh karena itu, lewat Pendidikan dan Pelatihan kegiatan Diklat Audit Intern Berbasis Risiko (AIBR) atau yang dikenal Risk Based Audit (RBA) dilaksanakan di Salak Padjajaran Bogor Tanggal 22-26 April 2019, APIP Inspektorat Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sangat berkomitmen dalam pelaksanaan audit berbasis risiko.

Pengertian Audit berbasis risiko secara umum adalah audit yang dilaksanakan untuk mendapatkan keyakinan memadai bahwa manajemen telah mengelola risiko yang ada secara baik, sehingga telah dapat diidentifikasi seberapa jauh risiko tersebut dapat diterima dan tidak berdampak pada tujuan organisasi. Risk based audit adalah untuk memastikan bahwa tanggungjawab manajemen telah dilakukan secara efektif, termasuk memastikan internal control  dan manajemen risiko  telah dikelola dengan tepat dalam berbagai fungsi dan unit kerja. 

Dibutuhkan  auditor yang mempunyai kompetensi dan ketrampilan yang lebih mendalam dalam melaksanakan audit berbasis risiko. Terkait dengan upaya peningkatan IACM, Itjen bekerja sama dengan Pusdiklat BPKP dan Pusdiklat ASN  KDPDTT telah menyelenggarakan berbagai diklat, dan diklat audit berbasis risiko yang kita selenggarakan kali ini  diharapkan menambah nilai IACM kita, serta menjadi bekal yang sangat berguna bagi APIP untuk menghadapi tugas-tugas yang semakin berat dimasa datiag. Audit berbasis risiko (ABR) tidak menggantikan audit konvensional yang telah kita laksanakan selama ini, namun  pendekatan ini lebih mengutamakan pada pemahaman atas risiko yang harus diantisipasi,  dihadapi atau dialihkan oleh manajemen guna mencapai tujuan. Beberapa tugas baru yang sudah harus segera dilakukan APIP antara lain adalah kegiatan reviu atas Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan (PIPK), yang secara langsung terkait dengan risiko yang dihadapi  dalam penyusunan laporan keuangan Kementerian.   

Dengan anggaran Bank Dunia APIP telah menyelenggarakan berbagai Diklat, hal ini merupakan salah satu upaya dalam Peningkatan Kapabilitas APIP KDPDTT, oleh karenanya kepada para peserta Diklat agar mengikuti dengan serius dan memanfaatkan kegiatan ini dengan baik untuk diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. (EDIARTO/FAIS/ITJEN/2019)

---------

Follow Us On !

Twitter      : Itjen_Kemendes

Instagram : itjen_kemendes

Youtube     : Itjen Kemendes

Website     : itjen.kemendesa.go.id